Dalam dunia bulu tangkis, menguasai pegangan raket yang tepat adalah esensial, dan dari semua jenis pegangan, teknik jabat tangan (atau forehand grip) sering disebut sebagai teknik universal yang harus dikuasai untuk mendominasi lapangan. Pegangan ini bukan hanya dasar bagi pemula, tetapi juga merupakan kunci bagi pemain profesional untuk menghasilkan pukulan yang bertenaga, akurat, dan serbaguna. Memahami dan mengoptimalkan teknik universal ini akan secara signifikan meningkatkan kualitas permainan Anda.
Pegangan jabat tangan adalah cara memegang raket yang paling alami, mirip dengan cara Anda berjabat tangan dengan seseorang. Untuk melakukannya, posisikan raket di tangan dominan Anda sehingga kepala raket tegak lurus dengan lantai. Kemudian, letakkan telapak tangan Anda di gagang raket sedemikian rupa hingga ibu jari dan jari telunjuk membentuk huruf “V” pada permukaan lebar gagang raket. Jari-jari lainnya menggenggam gagang raket dengan rileks, namun tetap kuat dan stabil. Kunci utama dari teknik universal ini adalah menjaga pergelangan tangan tetap fleksibel. Kekakuan akan mengurangi kemampuan Anda untuk menghasilkan power dan feel pada pukulan.
Mengapa pegangan jabat tangan dianggap sebagai teknik universal? Karena pegangan ini memberikan fondasi yang solid untuk berbagai jenis pukulan forehand, mulai dari servis, clear (pukulan melambung tinggi ke belakang), smash (pukulan menukik tajam), hingga drive (pukulan mendatar cepat). Dengan sedikit penyesuaian kecil pada posisi jari atau tekanan genggaman, pemain dapat dengan cepat mengubah jenis pukulan mereka tanpa perlu merombak seluruh pegangan. Ini memungkinkan transisi yang mulus antara bertahan dan menyerang, sebuah keunggulan yang sangat penting dalam pertandingan cepat.
Sebagai contoh, pada pertandingan final turnamen bulu tangkis Piala Sudirman 2025 yang diadakan di Jakarta, banyak pemain top dunia menggunakan pegangan jabat tangan ini sebagai dasar. Saat seorang pemain melakukan jumping smash yang kuat dari tengah lapangan, mereka mengandalkan pegangan jabat tangan yang solid untuk mentransfer kekuatan dari bahu dan lengan ke raket. Sebaliknya, ketika mereka melakukan drop shot tipis di depan net dari posisi forehand, pegangan yang sama dengan sedikit penyesuaian grip pressure memungkinkan sentuhan yang halus dan presisi.
Pelatih bulu tangkis senior, Bapak Anton Subagio, dalam wawancara di sebuah coaching clinic pada hari Minggu, 20 Juli 2025, menjelaskan, “Saya selalu mengajarkan murid-murid untuk menguasai pegangan jabat tangan ini sebagai prioritas utama. Ini adalah teknik universal yang akan membuka pintu ke semua pukulan lain. Jika pegangan dasar Anda kuat, Anda bisa mengembangkan variasi pukulan apa pun.” Dengan latihan konsisten dan fokus pada detail, Anda dapat mengoptimalkan pegangan jabat tangan Anda untuk mencapai dominasi di lapangan bulu tangkis.