Persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) adalah momen krusial bagi setiap provinsi untuk menampilkan atlet terbaiknya. Bagi PBSI Lampung, momen ini dijadikan kesempatan emas untuk tidak hanya mempersiapkan tim inti, tetapi juga melakukan penjaringan bibit unggul jangka panjang. Sebagai bagian dari strategi tersebut, PBSI Lampung dengan bangga gelar ‘Tapis Cup’, sebuah ajang kompetisi lokal yang dirancang khusus sebagai filter bakat menuju PON XXI dan turnamen nasional lainnya.
Keputusan PBSI Lampung gelar ‘Tapis Cup’ didasari oleh kebutuhan mendesak akan mekanisme scouting yang sistematis. Nama ‘Tapis’ diambil dari kain tradisional Lampung, melambangkan harapan bahwa turnamen ini dapat menyaring bibit unggul terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut. Ajang ini membuka kategori yang luas, mulai dari usia dini hingga taruna, memastikan bahwa setiap talenta, bahkan yang paling muda sekalipun, memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka.
‘Tapis Cup‘ dirancang lebih dari sekadar turnamen biasa; ia berfungsi sebagai laboratorium pembinaan. Selama ajang berlangsung, tim pelatih dan pemandu bakat PBSI Lampung melakukan pengamatan intensif menggunakan metrik penilaian yang detail. Mereka tidak hanya melihat hasil menang-kalah, tetapi juga potensi teknis, mental bertanding, dan kemampuan adaptasi atlet muda di bawah tekanan kompetisi. Data yang terkumpul dari ‘Tapis Cup’ menjadi landasan ilmiah untuk mengambil keputusan penjaringan bibit unggul.
Fokus utama dari penjaringan bibit unggul menuju PON XXI adalah mencari pemain yang memiliki potensi untuk dikembangkan dalam waktu singkat. Atlet yang menonjol akan langsung dimasukkan ke dalam program latihan intensif yang diselenggarakan oleh PBSI Lampung, mendapatkan fasilitas pelatihan yang lebih baik, dan akses ke pelatih-pelatih senior. Program ini memastikan bahwa investasi pembinaan diarahkan tepat sasaran pada atlet yang paling prospektif.
Secara strategis, dengan gelar ‘Tapis Cup’, PBSI Lampung juga berhasil meningkatkan popularitas bulutangkis di kalangan masyarakat lokal. Ajang ini menjadi tontonan menarik dan memotivasi lebih banyak orang tua untuk mendaftarkan anak mereka ke klub-klub bulutangkis di Lampung. Ini menciptakan supply chain bibit unggul yang berkelanjutan, yang sangat vital untuk keberlanjutan prestasi olahraga Lampung menuju PON XXI dan seterusnya. ‘Tapis Cup’ kini menjadi trademark PBSI Lampung dalam komitmen mereka untuk mencetak juara nasional dari Tanah Lada.