Servis adalah pukulan pembuka dalam bulu tangkis, dan melakukannya dengan benar sangat penting untuk memulai reli. Namun, ada berbagai aturan yang harus dipatuhi, dan mengenal berbagai jenis fault atau pelanggaran servis adalah kunci untuk menghindarinya. Pemain yang sering melakukan fault servis tidak hanya kehilangan poin, tetapi juga memberikan keuntungan awal kepada lawan. Oleh karena itu, penting bagi setiap pemain untuk mengenal berbagai jenis fault agar permainan berjalan adil dan lancar.
Salah satu fault servis yang paling umum dan sering diperdebatkan adalah pelanggaran ketinggian kok. Menurut aturan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang diterapkan sejak 1 Maret 2018, seluruh bagian kok harus dipukul di bawah ketinggian 1.15 meter dari permukaan lapangan. Banyak pemain, terutama pemula, secara tidak sadar memukul kok terlalu tinggi, yang otomatis akan dianggap fault. Selain itu, gerakan raket harus berkesinambungan dan maju, tanpa ada gerakan berhenti atau ganda. Jika raket mengayun dua kali atau kok tertahan di raket sebelum dipukul, itu juga akan dianggap fault karena dianggap sebagai double hit atau carry.
Jenis fault servis lainnya berkaitan dengan posisi kaki. Saat melakukan servis, kedua kaki pemain harus tetap berada di dalam area servis yang ditentukan dan tidak boleh menginjak garis batas. Kaki juga tidak boleh terangkat dari lantai sebelum kok dipukul sepenuhnya. Pelanggaran posisi kaki (foot fault) ini sering terjadi ketika pemain mencoba mendapatkan posisi yang lebih baik untuk servisnya, namun justru melanggar aturan. Wasit atau service judge akan mengamati detail ini dengan cermat. Mengenal berbagai jenis fault kaki akan membantu pemain menjaga posisi yang benar.
Selain itu, mengenal berbagai jenis fault juga mencakup pelanggaran yang lebih jarang terjadi namun tetap penting. Misalnya, jika pemain mencoba memukul kok tetapi tidak mengenainya sama sekali (shuttle missed), itu adalah fault. Begitu juga, kok harus dipukul pada bagian gabusnya, bukan bulunya, untuk memastikan lintasan kok yang adil dan tidak ada putaran yang tidak diinginkan (base of shuttle fault). Terakhir, menunda servis terlalu lama setelah lawan siap juga dapat dianggap fault (undue delay). Dengan pemahaman menyeluruh tentang mengenal berbagai jenis fault servis ini, pemain dapat berlatih lebih efektif dan bermain dengan lebih percaya diri, meminimalkan kerugian poin dan menjaga sportivitas pertandingan.