Banyak orang beranggapan bahwa kekuatan smes yang dahsyat berasal sepenuhnya dari otot lengan atau bahu. Namun, para ahli teknik di PBSI menekankan bahwa kunci utama dari efisiensi tenaga justru dimulai dari titik kontak terkecil antara manusia dan alat, yaitu telapak tangan. Menguasai Seni Memegang Raket dalam menggenggam adalah fondasi dari setiap jenis pukulan, mulai dari netting yang halus hingga smes yang menghujam bumi. Pelatihan intensif di pusat nasional kini mencakup bedah mekanika tangan untuk memastikan setiap atlet memiliki cara memegang yang paling sesuai dengan karakteristik anatomi dan gaya bermain mereka masing-masing.
Variasi dalam memegang raket bukan hanya soal kenyamanan, tetapi soal optimalisasi sudut pengungkit. Ada kalanya seorang pemain perlu melakukan modifikasi posisi jari secara instan di tengah reli panjang. Misalnya, pergeseran tipis ibu jari pada posisi backhand grip dapat memberikan tambahan daya dorong yang signifikan saat pemain tertekan di sudut lapangan. Tim pelatih PBSI mengajarkan bahwa pegangan tidak boleh kaku seperti memegang palu; sebaliknya, jari-jari harus tetap relaks dan hanya mengencang pada saat terjadi benturan antara senar dan kok. Kelenturan ini memungkinkan pergelangan tangan berfungsi sebagai “pecut” yang melipatgandakan kecepatan kepala raket secara eksponensial.
Penggunaan material dan ketebalan grip juga menjadi perhatian serius dalam aspek teknis ini. Setiap atlet memiliki ukuran telapak tangan dan tingkat produksi keringat yang berbeda. Oleh karena itu, pemilihan antara towel grip (handuk) atau polyurethane grip (karet) harus disesuaikan untuk menjamin kontrol yang stabil. Modifikasi ketebalan pegangan dengan menambah atau mengurangi lapisan cushion wrap dapat mengubah distribusi berat raket, yang secara langsung memengaruhi kemudahan manuver di depan net. Melalui eksperimen yang mendalam, para atlet dibantu untuk menemukan konfigurasi yang mampu menghasilkan tenaga kinetik maksimal tanpa menyebabkan ketegangan berlebih pada otot-otot kecil di tangan yang bisa memicu cedera tennis elbow.
Pentingnya detail pada bagian pegangan ini seringkali menjadi rahasia di balik kemenangan pemain-pemain elit. Dengan pegangan yang tepat, seorang pemain dapat melakukan tipuan (deception) dengan lebih mudah karena lawan sulit membaca arah pukulan dari gerakan pergelangan tangan yang minimal. Di kamp pelatihan, drill khusus diberikan untuk melatih perpindahan posisi jari secepat mungkin tanpa melihat. Kemampuan untuk mengubah gaya genggaman dalam hitungan detik ini adalah keterampilan tingkat tinggi yang memisahkan pemain kelas dunia dengan pemain biasa. Setiap milimeter posisi jari diperhitungkan secara saksama demi efisiensi aerodinamika dan mekanika.